Berbicara tentang kebenaran bahasa surat, hingga saat ini masih sangat sulit ditemukan. Baik di instansi pemerintahan maupun swasta, termasuk di lembaga pendidikan pun banyak yang andil dalam merusak aturan tindak berbahasa, sehingga tidak mustahil jika banyak siswa yang mengerjakan soal Ujian Nasional menjadi tidak benar alias keliru. Tindak berbahasa yang sudah terlanjut salah memang sangat sulit untuk dibetulkan, hal ini dikarenakan bahasa adalah kebiasaan (language is habit). Namun demikian, kita sebagai warga negara yang baik dan cinta terhadap bahasa sendiri, sudah semestinya untuk berkonstribusi terhadap kebenaran penggunaan bahasa yang benar, sesuai aturan yang berlaku.
Siswa lebih cenderung mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang salah, meski sudah dilatih melalui berbagai upaya. Untuk itu, semua pihak harus ikut bertanggung jawab terhadap tindak berbahasa yang salah, seperti yang sering ditulis oleh para konseptor surat yang kurang mencermati penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Dari hasil pengamatan penulis yang berdasarkan realitas sehari-hari tentang kesalahan dalam penulisan surat, bisa kita lihat seperti di bawah ini :
1. Menulis alamat surat yang menggunakan nama kota, padahal di kop surat sudah terter alamatnya.
Misalnya PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
Alamat : Jln. Ahmad Yani No.7 Madiun
Madiun, 27 Januari 2012
Meskinya tidak usah ditulis lagi kata " Madiun" cukup 27 Januari 2012
2. Menulis singkatan jalan yang disingkat dengan jl. Ini tidak tepat, Meskinya jln.(yang diakhiri tanda titik).
3. Menulis alamat yang dituju secara tidak efektif serta penulisan kata depan di yang salah. Misalnya
Kepada Yth. Bapak Sukarno, M.Pd.
Di Fakultas Ekonomi Unsiq Wonosobo
Meskinya tulisan yang benar, jika sudah menggunakan Kepada tidak usah menggunakan Yth serta bentuk
di sebagai kata depan harus ditulis huruf kecil, tanpa diakhiri tanda titik. Begitu sebaliknya. Jika sudah
menggunakan Yth, tanpa Kepada.
Kepada Bapak Sukarno, M.Pd.
di Fakultas Ekonomi Unsiq Wonosobo
atau
Yth. Bapak Sukarno, M.Pd.
di Fakultas Ekonomi Unsiq Wonosobo
4. Penggunaan kalimat dalam pembukaan surat yang biasanya ditulis, bersama surat ini....
Secara logika, kata bersama berarti bendanya lebih dari satu, maka penggunaan bahasa yang cermat
meskinya dengan surat ini....
5. Penggunaan kalimat yang mengacu jenis kelamin diikuti jabatan seseorang.
Misalnya, Kepada Bapak Kepala SMA 1 Parakan
di Parakan
Meskinya Kepada Kepala SMA 1 Parakan
di Parakan
atau
Kepada Bapak Drs.Mohammad Suhendra, Kepala SMA 1 Parakan
di Parakan
6. Penggunaan kalimat ucapan terima kasih yang tidak cermat. Meskinya yang dapat mengucapakan terima
kasih adalah bahasa lisan, bukan bahasa tulis. serta terima kasih secara kuantitatif tidak dapat diukur.
Contoh penggunaan kalimat yang benar, meskinya
Atas perhatian dan kerja sama Saudara, saya menyampaikan terima kasih.
Atas perhatian dan kerja sama Saudara, saya ucapkan banyak terima kasih (Salah).
Berangkat dari berbagai kasus penulisan tsb di atas, maka penulis sangat berharap agar pengguna tindak berbahasa dapat berbuat yang cermat dan bijak, sehingga penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dapat direalisasikan secara bertahap.)***
alhamdulillah, dengan bantuan penjelasan mengenai tata bahasa indonesia yang baik dan benar dari tulisan bapak saya menjadi lebih mengerti. untuk itu saya sampaikan terima kasih
BalasHapus